Kadang kita tidak dapat mengira tuhan memberikan kita separuh hati yang dapat melengkapi hidup kita namun bukan dalam arti sebagai pasangan hidup. Bukan dia yang memberikan hatinya untuk dicintai sebagai kekasih. Teman.. Teman adalah anugerah. Ketika anugerah ini datang, terkadang tanpa disadari. Begitu pula ketika ia pergi dan hilang tak kembali.
Kenyamanan adalah hal yang membuat hidup menjadi indah. Kenyamanan muncul disaat segala sesuatu menjadi rutinitas dan menjadi hal yang biasa dilakukan. Kebiasaan yang menjadi rutinitas tanpa disadari dapat memupuk dan membukit menjadi kenyamanan. Selama proses tersebut, terbentuklah kenangan yang indah. Kenangan manis yang tidak akan pernah dilupakan. Memori yang akan selalu diingat hingga akhir hayat.
Ketika segala sesuatu berubah. Rutinitas hilang seketika. Segalanya berubah dengan sekejap mata. Bagaikan ombak tanpa bulan, bagai bumi tanpa matahari, Ombak tiada karna bulan hilang. Bumi gelap tanpa mataharinya. Semua berubah. Kenyamanan mulai hilang. Segalanya hancur. Tak dapat kembali seperti semula.
Walau sudah berusaha menyatukan pecahan pecahan kenangan, namun tetap tak bisa. Bagai pungguk merindukan rembulan. Semua sekarang hanya kenangan. Semua tersapu oleh ketidak tahuan, mengapa semua dapat terjadi. Mengapa begitu cepat? Apakah ini sudah menjadi alur cerita sang Maha Pencipta? Apakah ada rencana dibalik ini semua?

~Sometimes We Said Forever, but It Easier to Say than to Do~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar